AlHadis

Wednesday, July 9, 2008

BAB MANDI

0168
Dari Abu Jaafar ra, katanya: "Pada suatu ketika ia berada dekat Jabir bin Abdullah dan bapaknya. Dan di dekatnya pula ada orang banyak. Mereka menanyakan Jabir perihal mandi.
Jabir jawab, "Cukup segantang"
Seorang laki-laki berkata: "Bagi saya tidak cukup".
Jabir jawab, "Segantang itu sudah cukup (bahkan) bagi orang yang lebih tebal dan lebih bagus rambutnya dari rambut anda."
Kemudian Jabir mengimami kami solat pada sehelai kain.

0167
Abu Salamah r.a menceritakan: "Saya dan seorang saudara laki-laki Aisyah masuk ke dalam rumah Aisyah. Saudara Aisyah itu menanyakan jepadanya tentang cara Nabi mandi. Maka Aisyah minta ambilkan sebuah bejana berisai air kira-kira segantang. Lalu Aisya mandi dan menuangkan air di atas kepalanya. Antara kami dan Aisyah ada hijab (tabir)."

0166
Aisyah r.a mengatakan: "Saya mandi bersama Rasulullah saw dari satu bejana yang disebut 'alfaraq'.

0165
Maimunah r.a isteri Nabi saw mengatakan: "Rasulullah saw berwuduk seperti beliau wuduk untuk sembahyang, tanpa mencuci kedua kakinya. Lalu dicucinya kemaluannya dan dibahagian-bahagian yang kotor. Sesudah itu dituangkkannya air kebadannya, lalu dipindahkannya kedua kakinya dan dicucinya. Begitulah Nabi mandi junub."

0164.
Aisyah r.a, isteri Nabi saw menceritakan: "Apabila Nabi saw mandi junub, beliau mulai dengan mencuci kedua belah tangannya. Sesudah itu beliau berwuduk seperti wuduk untuk solat. Kemudian dimasukkannya anak jarinya ke dalam air dan digosok-gosoknya pangkal rambut kepalanya. Kemudian disiramkannya air tiga sauk dengan kedua belah tangannya ke kepalanya dan sesudah itu disiramnya seluruh tubuhnya"
res

Tuesday, July 8, 2008

BAB WUDUK

0097
Dari Nu'man bin Mujmir r.a, katanya, "Saya naik ke loteng mesjid bersama Abu Hurairah, lalu ia berwuduk.

Sesudah itu ia berkata, "Saya dengar Rasulullah saw bersabda, ' Sesungguhnya umatku dipanggilkan di hari kiamat nanti dengan "Ghurran Muhajjalin", kerana bekas wuduknya (bercahaya). Barangsiapa ingin memanjangkan ghurrannya, hendaklah diperbuatnya."

*Memanjangkan ghurran ialah melebihkan had minimum kawasan wuduk, muka, tangan dan kaki.

__________________________________________________________________

0096
Abu Hurairah r.a mengatakan bahawa Rasulullah saw bersabda, "Tidak diterima solat orang yang berhadas, kalau dia tidak berwuduk."
Bertanya seorang lelaki dari Hadramaut, "Apakah hadas itu hai Abu Hurairah?"
Jawab Abu Hurairah, "Kentut, tidak berbunyi atau berbunyi."

BAB ILMU

0054
Dari Anas bin Malik ra, katanya: "Nabi menulis sepucuk surat, atau menyuruh tulis, tiba-tiba seorang berkata kepada beliau: "Mereka tidak suka membaca surat yang tidak dicap (stemple).

Lalu nabi menyuruh buat sebuah stemple dari perak, bertuliskan: Muhammad Rasulullah. Seakan-akan masih tampak olehku putihnya stemple itu ketika berada di tangan nabi.

Syu'bah bertanya kepada Qatadah, "Siapakah yang mengatakan stemple itu bertiliskan tulisan Muhammad Rasulullah?"

Jawabnya: "Anas!"


___________________________________________________________________________
0053
Abdullah bin Abbas menceritakan: "Rasulullah saw menyuruh seorang laki-laki (Abdullah bin Huzaifah As-Sahmi) menghantarkan surat beliau kepada pembesar negeri Bahrin (Al-Munzir bin Sawi). Kemudian oleh pembesar Bahrin, surat itu dikirimkannya pula kepada Raja Persia (Ibrawiz bin Hurmuz Anusyirwan).

Setelah Raja tersebut selesai membaca surat itu lalu dikoyak-koyaknya.

Saya kira Ibnu Musayyab mengatakan, "Kerana perbuatan Raja Persia itu, Rasulullah mendoa semoga kerajaan mereka dikoyak-koyak pula oleh Allah sampai hancur sama sekali."

>Doa Nabi dikabulkan kerana tidak lama sesudah itu timbul huru-hara dai Persia dan Ibrawiz mati dibunuh oleh anaknya sendiri. Akhirnya kerajaan itu musnah sama-sekali dan dikuasi oleh kaum muslimin.


0052
Anas bin Malik ra, berkata: "Ketika kami sedang duduk bersama-sama Nabi saw di dalam mesjid, masuk seorang laki-laki mengenderai unta. Dihentikannya untanya lalu dipautkannya. Kemudiaan dia bertanya pada jemaah yang ada disitu: "Yang manakah di antara Anda sekalian orang yang bernama Muhammad?"
Ketika itu Nabi sedang duduk bertelekan di antara orang banyak.
Jawab kami, "Itulah beliau lelaki putih yang duduk bertelakan"
Kata orang itu kepada Nabi, "Hai anak Abdul Muthalib"
Jawab Nabi, "Ya, silakan anda berbicara, aku sedia menjawabnya"
Kata orang itu, "Saya hendak bertanya kepada anda. Mungkin pertanyaan saya ini agak sukar kerana itu janganlah anda merasa gusar"
Jawab Nabi, "Tanyakanlah apa yang terasa dihati anda"
Kata orang itu, "Saya bertanya dengan nama Tuhan anda dan Tuhan orang-orang yang dulu, adalah Allah mengutuskan anda kepada umat manusia seluruhnya?"
Jawab Nabi, "Ya, betul"
Bertanya pula dia, " Saya bertanya dengan nama Allah, adakah Allah menyuruh anda menegakkan solat lima kali sehari semalam?"
Jawab Nabi, " Ya, betul !"
Tanyanya pula, "Saya bertanya dengan nama Allah, adakah Allah menyuruh anda mengerjakan puasa bulan ini (Ramadhan) setiap tahun?"
Jawab Nabi "Ya, Allah! Betul!"
Tanya orang itu pula, "Saya bertanya dengan nama Allah, betulkah Allah menyuruh anda mengambil sedekah (zakat) dari orang-orang kaya untuk dibagi-bagikan kepada orang miskin?"
Jawab nabi, "Ya Allah! Betul!"
Orang itu berkata, "Saya percaya dengan agama yang adna bawa. Saya utusan dari suku saya, dan namaku Dhiman bin Tsa'labah dari Banu Saad bin Bakr."


0051
Dadi Ibnu Umar r.a, katanya Rasulullah saw bersabda: "Di antara beberapa pohon, ada pohon yang tidak gugur daunnya; pohon itulah perumpamaan seorang muslim. Terangkanlah kepadaku, pohon apakah itu?"

Orang-orang yang hadir ketika itu menebak, "Pohon dalam hutan belukar."
Kata Ibnu Umar, "Saya menebak pohon kurma. Tetapi saya malu mengatakannya."
Kata mereka, "Tunjukkanlah kepada kami ya Rasulullah! Pohon kurmakah itu?"
Jawab Nabi saw, "Pohon kirma !".


0050
Dari Abdullah bin Amr 9bin Ash) katanya: "Nabi saw terlambat dalam satu perjalanan yang kami lakukan bersama-sama beliau. Ketika beliau dapat menyusul kami, waktu solat telah tiba, dan kami sedang berwuduk. Ternyata kamu kurang sempurna mencuci kaki. Agaknya Nabi memperhatikan kami, lalu beliau berteriak sekeras-kerasnya suara beliau: "Celakalah tumit-tumit yang terbakar api neraka."

Ucapannya itu diteriakkan beliau sampai dua atau tiga kali berulang-ulang."

_________________________________________________________________

0049.
Dari Abu Hurairah r.a katanya: "Pada suatu ketika Nabi saw sedang berbicara dengan orang banyak (memberi ceramah atau pengajian), tiba-tiba datang seorang Arab dusun menyanyakan kepada beliau: Bilakah datangnya kiamat?

Rasulullah tidak langsung menjawab, tetapi beliau meneruskan pembicaraannya dengan orang banyak. Kerana sikap Rasulullah saw yang demikian itu, sementara orang yang mengatakan Rasulullah mendengar pertanyaan itu, tetapi beliau tidak menyukainya. Dan setengah lagi mengatakan beliau tidak mendengarnya.

Setelah Rasulullah saw selesai berbicara, beliau bertanya, "Dimana orang yang bertanya perkara kiamat tadi?"

Orang itu menyahut, "Saya, ya Rasulullah !"
Rasulullah bersabda: "Apabila amanah telah disia-siakan orang, maka waspadalah terhadap datangnya kiamat."
Tanya orang itu, "Bagaimanakah cara disia-siakannya amanah?"
Jawab Rasulullah saw: "Apabila suatu urusan (perkerjaan) diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka waspadalah terhadap datangnya saat (kiamat, kehancuran).

WaAllahuaklam

Saturday, July 5, 2008

BAB IMAN

0015
Dari Aisyah ra, katanya: "Biasanya Rasulullah saw apabila menyuruh para sahabatnya, disuruhnya mereka mengerjakan amal-amal yang kira-kira mereka sanggup mengerjakannya"

Lantas mereka berkata, "Ya Rasulullah! Kami ini tidak seperti anda. Allah swt telah mengampuni dosa anda yang telah lalu dan yang akan datang"

Mendengar ucapan mereka itu Nabi marah, sehingga kelihatan tanda marah dimukanya.

Sabda baginda, "Sesungguhnya yang paling taqwa dan yang lebih alim tentang Allah di antara kamu semua, ialah aku."

____________________________________________________________________
0014
Dari Abu Sa'ad al-Khudri ra, katanya Rasulullah saw bersabda: "Akan datang suatu masa dimana yang sebaik-baik harta orang islam ialah kambing (biri-biri). Dia gembala di puncak-puncak bukit dan di tempat-tempat air hujan berkumpul (lembah-lembah). Dia memencil diri (dari orang ramai) untuk menjaga agamanya dari bencana."

____________________________________________________________________
0013
Dari 'Ubbadah bin Shamit r.a, salah seorang sahabat nabi yang turut ambil bagian dalam perang Badar, dan ikut dalam pertemuan pada malam Aqabah, katanya: "Pada suatu waktu, ketika Rasulullah saw sedang dikelilingi oleh sekelompok para sahabat, beliau bersabda: "Berbai'tlah (berjanjilah) anda semua dengankua:
1. Tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apa pun
2. Tidak mencuri
3. Tidak berzina
4. Tidak membunuh anak-anakmu (amalan zaman jahiliyah)
5. Tidak membuat fitnah antara sesama kamu
6. Tidak durhaka terhadap perintah kebaikan

Barangsiapa menepati perjanjian itu, nescaya ia diberi pahala oleh Allah, dan siapa melanggar salah satu daripadanya, maka dia akan dihukum di dunia ini. Hukuman itu menjadi kaffarah (denda) baginya. Dan barangsiapa melanggar salah satu daripadanya, kemudian ditutup oleh Allah (tidak diketahui orang, sehingga ia bebas dari hukuman dunia), maka perkaranya terserah kepada Allah. Kalau Allah suka mengampuni, diampuni-Nyalah, dan kalau ALlah hendak menyiksa, disiksa-Nyalah.

Maka kami semua (para sahabat yang hadir mengelilingi Nabi waktu itu), berjanji kepada beliau atas hal-hal tersebut.

____________________________________________________________________

0006
Dari Ibnu Umar r.a, katanya Rasulullah saw bersabda: "Dasar (pokok-pokok) islam itu ada lima perkara:
1. Mengakui tidak ada tuhan selain Allah, dan mengakui bahawa Muhammad itu Rasul Allah.
2. Mendirikan solat.
3. Membayar zakat.
4. Menunaikan ibadah haji, dan
5. Puasa di bulan Ramadhan.

____________________________________________________________________

0007
Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw, sabdanya: "Iman mempunyai lebih daripada enam puluh cabang. Adapun malu adalah satu cabang dari iman."

Malu disini ialah malu mengerjakan kejahatan dan segala perbuatan hina, atau malu tertinggal dalam perlumbaan mengerjakan kebaikan dan kemuliaan. Dalam hadis yang lain nabi bersabda: "Apabila engkau tidak bermalu, perbuatlah semahumu".

____________________________________________________________________

0008
Dari Abdullah bin Umar r.a. dari Nabi saw, sabdanya: "Orang muslim itu ialah orang yang sentosa semua orang islam dari bencana lidah dan tangannya. Dan oranh muhajir ialah orang yang pindah meninggalkan segala larangan Allah."

___________________________________________________________________
0009
Dari Abdullah bin Umar r.a., katanya seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah saw, katanya "Islam yang bagaimanakah yang lebih utama?"
Jawab Nabi saw, "Memberi makan (orang-orang miskin), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan yanh tidak engkau kenal."

___________________________________________________________________

0010
DAri Anas r.a, dari Nabi saw, sabdanya; "Tidak sempurna iman seseorang kamu, sebelum ia menyukai untuk saudaranya sesama islam apa yang disukainya untuk dirinya sendiri."

____________________________________________________________________

0011
Dari Anas r.a, katanya Rasulullah saw bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang kamu, sebelum ia lebih mencintai aku daripada mencintai ibu-bapanya, anaknya dan manusia umumnya"

___________________________________________________________________

0012
Dari Anas r.a, Nabi saw bersabda: "Tanda-tanda iman ialah mencintai kaum Ansar, dan tanda-tanda munafik ialah membenci kaum Ansar."
Kaum Anshar ialah penduduk Madinah dari suku Auz dan Khazraj yang telah berjasa menyambut dan menolong Nabi saw dan muslimin yang berhijrah dari Mekah.

____________________________________________________________________

Friday, July 4, 2008

Bab Awal Turun Wahyu

0003
Dari Aisyah r.a, katanya: "Wahyu yang mula-mula turun kepada Rasulullah saw, ialah berupa mimpi baik waktu beliau tidur. Biasanya mimpi itu terlihat jelas oleh beliau, seperti jelasnya cuaca pagi. Semenjak itu hati baginda tertarik hendak mengasingkan diri ke Gua Hira (kira-kira 4 km dari Mekah). Disitu baginda beribadah beberapa malam, tidak pulang kerumah isterinya. Untuk itu baginda membawa bekalan secukupnya. Setelah bekalan habis, baginda kembali kepada Khadijah, untuk mengambil lagi perbekalan secukupnya.Kemudian baginda kembali pula ke Gua Hira hingga suatu ketika datang kepadanya Al-Haq (kebenaran atau wahyu), iaitu sewaktu baginda masih berada di Gua Hira itu".

Malaikat datang kepadanya, lalu katanya, "Bacalah!". Jawab Nabi, "Aku tidak pandai membaca."

Nabi selanjutnya menceritakan, "Aku ditarik dan dipeluknya sehingga aku kepayahan.

Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya pula membaca.'
"Bacalah!" katanya. Jawabku, "Aku tidak pandai membaca". Aku ditarik dan dipeluknya sehingga aku kepayahan. Kemudian aku dilepaskannya dan disuruhnya membaca. "Bacalah!" katanya.

Ku jawab, "Aku tidak pandai membaca". Aku ditarik dan dipeluknya untuk ketiga kali, kemudian dilepaskannya seraya berkata:
" Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menjadikan. Yang menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah demi Tuhanmu Yang Maha Mulia" - Surah A-Alaq 1-3.


Setelah itu Nabi pulang kerumah Khadijah binti Khuwailid, lalu berkata, "Selimuti aku! Selimuti aku! " Lantas diselimuti oleh Khadijah, hingga hilang rasa takutnya.

Kata Nabi saw kepada Khadijah setelah dikhabarkan semua kejadian yang baru dialaminya itu, "Sesungguhnya aku cemas atas diriku (akan binasa)". Kata Khadijah, "Jangan takut! Demi Allah! Tuhan sekali-kali tidak akan membinasakan anda. Anda selalu menghubungkan tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, menolong orang yang kesusahan kerana menegakkan kebenaran".

Setelah itu Khadijah pergi bersama Nabi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, iaitu anak bapa saudara Khadijah, yang telah memeluk agama Nasrani pada masa jahiliyah itu. Ia pandai menulis buku dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Maka disalinnya kitab Injil dari bahasa Ibrani seberapa dikehendaki Allah dapat disalinnya. Usianya telah lanjut dan matanya telah buta.

Kata Khadijah kepada Waraqah, "Hai , anak pak cikku ! Dengarkanlah khabar dari anak saudaramu (Muhammad) ini".

Kata Waraqah kepada Nabi, "Wahai anak sudaraku ! Apakah yang telah terjadi atas dirimu?."
Lalu Rasulullah menceritakan kepadanya semua peristiwa yang telah dialaminya.

Berkata Waraqah, "Inilah Namus (malaikat) yang pernah diutus Allah kepada Nabi Musa. Wahai, semoga saya masih hidup ketika itu, iaitu ketika anda diusir oleh kaum anda."
Maka bertanya Rasulullah saw, "Apakah mereka akan megusirku?"


Jawab Waraqah, "Ya, betul ! Belum pernah seorang juapun yang diberi wahyu seperti anda, yang tidak dimusuhi orang. Apabila saya masih mendapati hari itu, nescaya saya akan menolong Anda sekuat-kuatnya"
Tidak berapa lama kemudian, Waraqah meninggal dunia dan wahyu pun terputus untuk sementara waktu.


Kata Ibnu Syihab, Abu Salamah bin Abdurrahman mengkhabarkan kepadanya, bahawa Jabir bin Abdullah Al-Anshari menceritakan tentang terputusnya wahyu, katanya Nabi saw berkata dalam hadisnya: "Pada suatu waktu sedang aku berjalan-jalan, tiba-tiba kedengaran olehku suatu suara dari langit. Maka kuangkat pandanganku kearah datangnya suara itu. Kelihatan olehku malaikat yang pernah datang kepadaku di Gua Hira dahulu. Dia duduk di kursyi antara langit dan bumi. Aku terperanjat kerananya dan terus pulang. Aku berkata kepada Khadijah, "Selimuti Aku!". Lalu Allah menurunkan ayat:

"Hai orang yang berselimut! Bangunlah! Mqka berilah peringatan! Dan besarkanlah Tuhanmu! Dan bersihkanlah pakaianmu! Dan jauhi berhala! " Al-Muddatstsir 1-5

Maka semenjak itu wahyu selalu turun berturut-turut.

WaAllahuaklam

________________________________________________________________
0002
Dari Aisyah, Ummul Mu'minin r.a, katanya Harits bin Hisyam r.a pernah bertanya kepada Rasulullah saw: "Bagaimanakah caranya wahyu turun kepada anda?"
Jawab Rasulullah saw, "Kadang-kadang wahyu itu datang kepadaku (kedengaran) seperti bunyi lonceng. Itulah yang sangat berat bagi ku. Setelah bunyi itu berhenti, lantas aku mengerti apa yang dikatakannya. Kadang-kadang malaikat menjelma seperti seorang lelaki datang kepadaku. Dia berbicara kepadaku dan aku mengerti apa yang dikatakannya".

Kata Aisyah r.a, "Aku pernah melihat Nabi, ketika wahyu turun kepada beliau pada suatu hari yang amat dingin. Setelah wahyu itu berhenti turun, kelihatan dahi Nabi bersimbah peluh".
WaAllahuaklam

____________________________________________________________________
0001.
Dari Umar bin Khaththab r.a, katanya dia mendengar Rasulullah saw bersabda: "Tiap-tiap amal harus disertai dengan niat. Balasan bagi setiap amal manusia, ialah pahala bagi apa yang diniatkannya. Maka barangsiapa (niat) hijrahnya kerana Allah dan Rasul-Nya, baginya pahala hijrah kerana Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa (niat) hijrahnya kerana dunia yang hendak diperolehnya atau kerana perempuan yang hendak dikahwininya, maka (pahala) hirjahnya sesuai dengan niatnya, untuk apa dia hijrah".

Segala suatu tindakan kita pasti berkadar terus dengan niat. Dan ganjarannya juga mengikut niat kita. Jadi pertamanya kita kena sentiasa bertanya pada diri kita untuk apa kita buat sesuatu perbuatan itu? Dengan demikian kita akan sentiasa mengingati Allah.

WaAllahuaklam